Breaking News
light_mode
Trending Tags

Diduga Langgar Standar K3 dan Spesifikasi Teknis, Proyek Rehabilitasi SDN 33 Pontianak yang Dikerjakan CV. Srikandi Tity Khatulistiwa Diminta Diaudit

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar

Kalbarfakta.com | PONTIANAK – Proyek rehabilitasi sarana dan prasarana Gedung SDN 33 Pontianak yang berlokasi di Jalan H. Rais A. Rahman, Gang Gunung Gede, Kecamatan Pontianak Barat, menjadi sorotan publik. Proyek yang dikerjakan CV. Srikandi Tity Khatulistiwa dengan nilai kontrak sebesar Rp196.000.000 yang bersumber dari APBD Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak itu diduga mengabaikan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta menggunakan material besi tulangan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan pada Senin (13/7/2026), sejumlah pekerja terlihat masih bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm proyek, rompi keselamatan, maupun perlengkapan keselamatan lainnya. Kondisi tersebut dinilai tidak mencerminkan penerapan budaya keselamatan kerja yang menjadi kewajiban dalam setiap penyelenggaraan jasa konstruksi.

Selain persoalan K3, tim investigasi juga menemukan dugaan penggunaan besi tulangan berdiameter 8 mm dan 6 mm, sementara berdasarkan keterangan pelaksana pekerjaan, spesifikasi yang semestinya digunakan adalah besi berdiameter 10 mm. Apabila dugaan tersebut terbukti melalui pemeriksaan teknis, maka kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kekuatan struktur bangunan serta kualitas hasil pekerjaan yang dibiayai menggunakan uang negara.

Pelaksana proyek, Yono, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan rompi keselamatan bagi sebagian pekerja.

“Yang dua kali kemarin, empat buah saya belikan rompi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan adanya pekerjaan tambahan atas permintaan pihak sekolah.

“Pondasi diminta ditinggikan supaya kalau banjir anak-anak tidak kesulitan menggunakan WC. Di samping WC juga kami bangunkan gudang karena sekolah tidak memiliki tempat penyimpanan barang,” jelasnya.

Meskipun demikian, pekerjaan tambahan dalam proyek pemerintah tetap harus dilaksanakan sesuai mekanisme administrasi kontrak, mendapat persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta tidak mengurangi mutu pekerjaan utama maupun menyimpang dari spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Dugaan Pelanggaran K3
Apabila benar pekerja tidak menggunakan APD secara lengkap, kondisi tersebut berpotensi tidak memenuhi ketentuan:

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja;
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;
Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi;
Ketentuan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) yang mewajibkan penyedia jasa menjamin keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan kerja.

Penerapan K3 bukan sekadar penyediaan APD, melainkan meliputi pengawasan penggunaan APD, identifikasi potensi bahaya, pemasangan rambu keselamatan, pengamanan area kerja, hingga pengendalian risiko kecelakaan kerja.

Dugaan Pelanggaran Spesifikasi Teknis

Apabila hasil pemeriksaan membuktikan penggunaan besi tulangan tidak sesuai dokumen kontrak maupun gambar kerja, maka kondisi tersebut dapat menjadi temuan yang perlu ditindaklanjuti oleh:

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK);
Konsultan Pengawas;
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak;
Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP);

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) apabila berkaitan dengan kerugian keuangan negara;
Aparat Penegak Hukum apabila ditemukan unsur pidana.
Penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi berpotensi melanggar ketentuan kontrak pekerjaan, prinsip akuntabilitas pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta kewajiban penyedia jasa dalam memenuhi standar mutu konstruksi.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Media juga masih membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang berkepentingan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan audit teknis secara menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan, kesesuaian spesifikasi material, volume pekerjaan, serta penerapan standar K3 agar proyek yang dibiayai APBD benar-benar memenuhi prinsip tepat mutu, tepat biaya, tepat waktu, aman, transparan, dan akuntabel.

Sumber: Tim Investigasi
Red/Tim*

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JEJAK GELAP CPO DI PONTIANAK UTARA: OPERASI SENYAP DI JALAN KEBANGKITAN NASIONAL DIDUGA LANGGAR ATURAN BERLAPIS

    JEJAK GELAP CPO DI PONTIANAK UTARA: OPERASI SENYAP DI JALAN KEBANGKITAN NASIONAL DIDUGA LANGGAR ATURAN BERLAPIS

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 50
    • 0Komentar

    JEJAK GELAP CPO DI PONTIANAK UTARA: OPERASI SENYAP DI JALAN KEBANGKITAN NASIONAL DIDUGA LANGGAR ATURAN BERLAPIS KALBARFAKTA.Com —Pontianak, Senin ( 23 /11/2025) —Sebuah operasi senyap yang diduga terkait penyimpanan dan distribusi Crude Palm Oil (CPO) tanpa izin resmi kembali mencuat ke permukaan. Tim investigasi LKRI News.Com menemukan aktivitas mencurigakan di sebuah gudang tertutup di Jalan […]

  • KOMANDAN KILL AAF KECAM KERAS RITUAL POTONG BABI DI DPRD KALBAR

    KOMANDAN KILL AAF KECAM KERAS RITUAL POTONG BABI DI DPRD KALBAR

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    KOMANDAN KILL AAF KECAM KERAS RITUAL POTONG BABI DI DPRD KALBAR: JANGAN JADIKAN RUMAH RAKYAT RUANG YANG MENGUSIK KEYAKINAN SEBAGIAN RAKYAT! KALBARFAKTA.Com —PONTIANAK  28 Agustus 2026 Kalimantan Barat ,  Komandan Komando Inti Laskar Lapangan (KILL) DPP Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat, Afriansyah, S.Pd., M.Pd., yang akrab disapa Aaf, mengecam keras pelaksanaan ritual pemotongan babi […]

  • Asap Karhutla Kepung Pontianak, TRC DPP LPM Bergerak: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri

    Asap Karhutla Kepung Pontianak, TRC DPP LPM Bergerak: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KALBARFAKTA.Com —PONTIANAK 22 Agustus 2026 Kalimantan Barat ,  Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman bagi masyarakat. Ketika asap mulai menyelimuti ruang hidup warga, Tim Reaksi Cepat (TRC) DPP Laskar Pemuda Melayu (LPM) memilih turun langsung ke lapangan. Dipimpin Komandan TRC DPP LPM Ruddy H, tim membagikan masker kepada masyarakat di […]

  • RMC APRI: Rumah Aman Para Kelompok Penambang Rakyat di Kalimantan Barat

    RMC APRI: Rumah Aman Para Kelompok Penambang Rakyat di Kalimantan Barat

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    RMC APRI: Rumah Aman Para Kelompok Penambang Rakyat di Kalimantan Barat KALBARFAKTA.Com — Pontianak 12 Agustus 2026 Kalimantan Barat , Selama ini, ribuan penambang rakyat di pelosok negeri — termasuk di Kalimantan Barat — hidup dalam ketidakpastian. Setiap hari mereka menggantungkan hidup dari kandungan bumi, namun selalu dibayangi kekhawatiran: kapan operasi akan dihentikan, kapan alat […]

  • DPP APRI, DPW APRI Kalbar dan BRIN Gelar Road Show Pembentukan Responsible Mining Community (RMC) di Desa Bangaras

    DPP APRI, DPW APRI Kalbar dan BRIN Gelar Road Show Pembentukan Responsible Mining Community (RMC) di Desa Bangaras

    • calendar_month Ming, 9 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Kalbarfakta.com | Ketapang, 8 Agustus 2026 – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) yang dipimpin Ir. Gatot Sugiharto, bersama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) APRI Kalimantan Barat yang dipimpin Adi Normansyah didampingi Ir. Hery Syamsuri, serta tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dipimpin Ir. Agus Sumaryanto, M.S.M., melaksanakan Road Show […]

  • Dipanggil Klarifikasi Polda Kalbar, Apriansyah Bantah Terlibat Intimidasi Jurnalis: Pelapor Dinilai Tak Selektif Cantumkan Nama!

    Dipanggil Klarifikasi Polda Kalbar, Apriansyah Bantah Terlibat Intimidasi Jurnalis: Pelapor Dinilai Tak Selektif Cantumkan Nama!

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Kalbarfakata.com | Pontianak, Kalbar — Pemanggilan Apriansyah oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) terkait dugaan intimidasi dan penghalangan kerja jurnalistik justru memunculkan sorotan serius terhadap akurasi dan kehati-hatian pelapor dalam mencantumkan nama pihak yang dilaporkan. Apriansyah menyatakan keberatan keras dan merasa dirugikan secara moral setelah menerima undangan wawancara klarifikasi dari Polda Kalbar atas dugaan […]

expand_less PAGE TOP