Viral Berita Oknum ASN Diduga Hadiri Pesta Dugem di Pontianak: Lima Media Takedown, Ada Tekanan dari Pihak Tertentu!
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 6 Des 2025
- visibility 37
- comment 0 komentar

KALBARFAKTA.COM | Pontianak, Kalimantan Barat — Polemik terkait dugaan keterlibatan oknum aparatur sipil negara (ASN) dalam sebuah pesta dugem di Pontianak kembali menjadi sorotan setelah sejumlah media online yang sempat mempublikasikan berita tersebut melakukan takedown serentak. Pemberitaan awal yang viral pada 27 November 2025 memuat judul tentang dugaan pesta dugem yang diduga melibatkan oknum aparatur dan disebut oleh kelompok yang mengatasnamakan Laskar Prabowo 08 Provide Kalbar.
Setidaknya terdapat lima media online yang menayangkan berita tersebut, ditambah sebuah akun TikTok yang mengunggah video berjudul “Oknum Koreg di Pontianak Pesta Dugem” dan telah ditonton lebih dari 1.000 kali. Namun, berdasarkan penelusuran tim investigasi awak media pada 4 Desember, seluruh tautan berita telah berubah menjadi 404 atau hilang dari laman.

Dari hasil konfirmasi kepada sejumlah redaksi dan jurnalis yang sempat menurunkan laporan tersebut, diketahui bahwa benar pernah ada pemberitaan terkait dugaan pesta dugem tersebut. Namun para jurnalis mengakui telah menarik berita itu karena terjadi “kesalahpahaman”.
Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pihak yang datang untuk melakukan klarifikasi bukanlah institusi pemerintah, melainkan pengurus sebuah partai politik tingkat kabupaten.
“Kami merasa tidak nyaman karena yang datang ke kantor untuk mengklarifikasi adalah dari Partai Gerindra Kuburaya. Mereka meminta berita itu diturunkan dengan alasan ketidaknyamanan. Karena tekanan itu, berita akhirnya ditarik,” ungkap sumber tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa terdapat informasi mengenai media yang dijanjikan sesuatu oleh pihak tertentu, namun kemudian tidak direalisasikan.
Lebih jauh sumber tersebut menilai, dugaan keterlibatan ASN dari salah satu instansi di Kota Pontianak dalam kegiatan hiburan malam sudah sepatutnya mendapat perhatian serius.
“Kalau benar ASN dari SSPI Kota Pontianak hadir di tempat hiburan malam, itu jelas tidak patut dan melanggar etika. Apalagi jika ada pejabat partai yang ikut melakukan negosiasi agar berita hilang. Ini sudah pelanggaran,” tegasnya dengan nada kecewa.
Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari instansi pemerintah maupun partai politik terkait untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut.
Sumber : Tim investigasi Liputan/AH.
Redaksi/editor*
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar