Breaking News
light_mode
Trending Tags

Akal-akalan Monopoli Proyek di Kalbar, Sejumlah Oknum Bentuk Forum Masyarakat Jasa Konstruksi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
  • visibility 84
  • comment 0 komentar

Akal-akalan Monopoli Proyek di Kalbar, Sejumlah Oknum Bentuk Forum Masyarakat Jasa Konstruksi

KALBARFAKTA.Com —Pontianak 20 November 2025 Kalimantan Barat  Sejumlah oknum di Kalimantan Barat diduga melakukan berbagai langkah strategis untuk menguasai proyek-proyek pemerintah daerah melalui pembentukan Forum Masyarakat Jasa Konstruksi (Formasjakon). Forum ini kini menjadi sorotan publik karena fungsi, urgensi, dan mekanismenya dipertanyakan, apalagi Kalbar telah memiliki banyak organisasi jasa konstruksi yang bersifat independen dan profesional.

Tokoh Publik Tidak Dilibatkan

Yudi Hermawan SH, tokoh Pemuda Dayak Pontianak Barat, menyoroti kepengurusan Formasjakon yang tidak melibatkan tokoh publik maupun perwakilan dari 14 kabupaten/kota di Kalbar yang memiliki kemampuan teknis dan pemahaman kearifan lokal. Menurut Yudi, forum seharusnya mencerminkan kebutuhan dan kondisi setiap daerah, namun kenyataannya hal itu tidak dilakukan.

“Ini ada apa sebenarnya? Apakah forum ini sekadar dibuat untuk melindungi kepentingan tertentu, atau bahkan ada dugaan proses hukum yang melibatkan mantan Bupati Mempawah? Atau jangan-jangan ada kongkalikong terkait APBD Kalbar ke depan?” ujar Yudi. Pernyataan ini menegaskan kecurigaan publik bahwa Formasjakon berpotensi menjadi kendaraan monopoli proyek dan kepentingan politik kelompok tertentu.

Kritik Kontraktor Profesional

Salah seorang kontraktor asal Kabupaten Sanggau, berinisial T, menyoroti dominasi kelompok tertentu dalam kepengurusan Formasjakon. “Dari daftar pengurus yang beredar, terlihat forum ini hanya diisi kelompok tertentu. Tidak ada representasi dari masyarakat Kalbar yang heterogen. Ini jelas tidak adil dan bisa menimbulkan perpecahan di dunia konstruksi,” tegas T.

Data yang beredar di media sosial juga memperkuat dugaan bahwa kepengurusan forum tidak mencerminkan representasi profesional konstruksi di seluruh Kalbar. Hal ini menimbulkan kesan diskriminatif dan pengkotak-kotakan, yang jelas merugikan pelaku konstruksi lain yang memiliki kompetensi dan integritas.

Indikasi Penyalahgunaan Kekuasaan

Formasjakon dibentuk dengan SK yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Kalbar. Meski klaim resmi menyebut forum ini lahir untuk memajukan dunia konstruksi, fakta di lapangan menunjukkan indikasi penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Lebih mengkhawatirkan, beberapa pengurus adalah ASN (Aparatur Sipil Negara). Secara etika, ASN seharusnya netral dan tidak memihak dalam organisasi di luar tugas resmi. Namun struktur kepengurusan Formasjakon mencantumkan kepala dinas teknis, sementara kantor forum berada di lingkungan Dinas PU Provinsi. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa forum dapat dijadikan jalur resmi untuk meminta jatah proyek dari dinas-dinas teknis, sekaligus mengamankan kepentingan politik menjelang Pemilu 2029.

Potensi Kerugian APBD dan Kongkalikong

Sumber internal di kalangan kontraktor menilai ada indikasi kongkalikong terkait APBD Kalbar. Dengan pengurus yang terbatas dan dominasi kelompok tertentu, ada kekhawatiran forum ini dapat memengaruhi alokasi proyek sehingga merugikan keuangan daerah. Dugaan ini diperkuat oleh fakta bahwa beberapa pengurus diketahui memiliki hubungan dekat dengan mantan pejabat daerah.

Yudi Hermawan menambahkan, keterlibatan tokoh publik dan pelaku konstruksi yang memahami kondisi lokal sangat penting. “Forum ini seharusnya menjadi wadah profesional dan netral, bukan alat monopoli segelintir oknum. Jika ini dibiarkan, jangan heran kalau muncul kelompok lain yang juga menuntut SK resmi dan fasilitas pemerintah, sehingga semakin memperumit pengelolaan proyek,” ujarnya.

Dampak terhadap Dunia Konstruksi dan Masyarakat

Fenomena ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat jasa konstruksi, terutama di daerah perhuluan. Banyak pihak menilai pembentukan forum yang tidak transparan dan tidak representatif hanya memperkuat monopoli kelompok tertentu, merugikan pelaku konstruksi lain yang sah.

Dampaknya, selain potensi sengketa proyek, ketidakadilan dalam persaingan usaha, dan fragmentasi komunitas profesional, forum semacam ini juga bisa memunculkan gejolak sosial di tengah masyarakat yang heterogen. Ketidakadilan dalam pengelolaan proyek publik berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah daerah.

Desakan Evaluasi dan Transparansi

Seharusnya, pemerintah daerah, khususnya Gubernur Kalbar, menegakkan prinsip transparansi, keterwakilan, dan netralitas. Setiap keputusan harus mempertimbangkan kondisi riil masyarakat Kalbar yang terdiri dari berbagai etnis, profesi, dan daerah. Evaluasi keterlibatan ASN dalam struktur forum juga mendesak, karena keberadaan mereka bisa menimbulkan konflik kepentingan dan menurunkan kredibilitas forum.

Publik dan masyarakat jasa konstruksi di seluruh Kalbar perlu mengawasi langkah-langkah Formasjakon ke depan. Apakah forum ini benar-benar akan meningkatkan profesionalisme jasa konstruksi, atau justru menjadi alat monopoli proyek dan kepentingan politik tertentu? Jika dibiarkan, forum semacam ini bisa membuka pintu bagi kelompok profesional lain untuk menuntut SK resmi dan fasilitas pemerintah, yang justru memperumit pengelolaan proyek dan menghambat persaingan sehat.

Kesimpulan

Pembentukan Formasjakon bukan sekadar isu teknis di dunia konstruksi, tetapi juga persoalan etika, tata kelola pemerintahan, dan politik. Keputusan gubernur menjadi cerminan komitmen pemerintah terhadap keadilan, keterwakilan, dan transparansi. Masyarakat jasa konstruksi dan publik luas menuntut agar forum ini dikaji ulang secara menyeluruh, sehingga proyek-proyek di Kalbar berjalan adil, profesional, dan bebas dari monopoli serta kepentingan kelompok tertentu.

Tim: Liputan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dipanggil Klarifikasi Polda Kalbar, Apriansyah Bantah Terlibat Intimidasi Jurnalis: Pelapor Dinilai Tak Selektif Cantumkan Nama!

    Dipanggil Klarifikasi Polda Kalbar, Apriansyah Bantah Terlibat Intimidasi Jurnalis: Pelapor Dinilai Tak Selektif Cantumkan Nama!

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Kalbarfakata.com | Pontianak, Kalbar — Pemanggilan Apriansyah oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) terkait dugaan intimidasi dan penghalangan kerja jurnalistik justru memunculkan sorotan serius terhadap akurasi dan kehati-hatian pelapor dalam mencantumkan nama pihak yang dilaporkan. Apriansyah menyatakan keberatan keras dan merasa dirugikan secara moral setelah menerima undangan wawancara klarifikasi dari Polda Kalbar atas dugaan […]

  • KARHUTLA KEPUNG KALIMANTAN, ANGGOTA DPD RI SULTAN SYARIF MELVIN ALQADRI ANGKAT BICARA

    KARHUTLA KEPUNG KALIMANTAN, ANGGOTA DPD RI SULTAN SYARIF MELVIN ALQADRI ANGKAT BICARA

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KALBARFAKTA.Com — PONTIANAK 22 Agustus 2026, Kalimantan Barat  Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Kalimantan. Kepungan asap bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi menyentuh langsung keselamatan masyarakat, kualitas udara, kesehatan, aktivitas pendidikan, transportasi hingga perekonomian. Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat, Sultan Syarif Melvin Alqadri, S.H., meminta pemerintah dan […]

  • Proyek APBD 2026 oleh CV. Putra Dua Saudara di Pontianak Utara Jadi Sorotan, Jalan Rabat Beton Baru Selesai Sudah Retak

    Proyek APBD 2026 oleh CV. Putra Dua Saudara di Pontianak Utara Jadi Sorotan, Jalan Rabat Beton Baru Selesai Sudah Retak

    • calendar_month Jum, 3 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Kalbarfakta.com | PONTIANAK – Proyek pembangunan jalan rabat beton di Jalan Kebangkitan Nasional, Gang Bentasan 3 Jalur 1, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, menjadi sorotan masyarakat setelah kondisi fisik jalan yang baru selesai dikerjakan dilaporkan telah mengalami keretakan di sejumlah titik.(3/7/2026). Proyek yang bersumber dari APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2026 tersebut diketahui memiliki nilai […]

  • 14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

    14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2024
    • account_circle admin
    • visibility 82
    • 0Komentar

    WPNews – Pada artikel ini, kami akan membahas berbagai elemen yang biasa digunakan dalam artikel, termasuk heading, tabel, kutipan, dan lainnya. Artikel ini juga bertujuan untuk memberikan contoh penggunaan elemen-elemen HTML seperti h1, h2, h3, h4, h5, h6, serta struktur daftar dan kode. Pengantar Elemen-elemen ini adalah bagian penting dari sebuah artikel karena membantu memperjelas […]

  • YAN LIPAN DESAK APARAT PENEGAK HUKUM BERIKAN KEPASTIAN HUKUM ATAS SEJUMLAH PERKARA DUGAAN KORUPSI DI KABUPATEN MEMPAWAH

    YAN LIPAN DESAK APARAT PENEGAK HUKUM BERIKAN KEPASTIAN HUKUM ATAS SEJUMLAH PERKARA DUGAAN KORUPSI DI KABUPATEN MEMPAWAH

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    YAN LIPAN DESAK APARAT PENEGAK HUKUM BERIKAN KEPASTIAN HUKUM ATAS SEJUMLAH PERKARA DUGAAN KORUPSI DI KABUPATEN MEMPAWAH KALBARFAKTA.Com —Pontianak 1 Agustus 2026 Kalimantan Barat  – Ketua Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) Kalimantan Barat, H. Murliyansyah (Yan Lipan), menyoroti dinamika politik dan berbagai isu penegakan hukum yang berkembang di Kalimantan Barat dalam satu tahun terakhir, khususnya […]

  • RMC APRI: Rumah Aman Para Kelompok Penambang Rakyat di Kalimantan Barat

    RMC APRI: Rumah Aman Para Kelompok Penambang Rakyat di Kalimantan Barat

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 42
    • 0Komentar

    RMC APRI: Rumah Aman Para Kelompok Penambang Rakyat di Kalimantan Barat KALBARFAKTA.Com — Pontianak 12 Agustus 2026 Kalimantan Barat , Selama ini, ribuan penambang rakyat di pelosok negeri — termasuk di Kalimantan Barat — hidup dalam ketidakpastian. Setiap hari mereka menggantungkan hidup dari kandungan bumi, namun selalu dibayangi kekhawatiran: kapan operasi akan dihentikan, kapan alat […]

expand_less PAGE TOP