Breaking News
light_mode
Trending Tags

Akal-akalan Monopoli Proyek di Kalbar, Sejumlah Oknum Bentuk Forum Masyarakat Jasa Konstruksi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
  • visibility 91
  • comment 0 komentar

Akal-akalan Monopoli Proyek di Kalbar, Sejumlah Oknum Bentuk Forum Masyarakat Jasa Konstruksi

KALBARFAKTA.Com —Pontianak 20 November 2025 Kalimantan Barat  Sejumlah oknum di Kalimantan Barat diduga melakukan berbagai langkah strategis untuk menguasai proyek-proyek pemerintah daerah melalui pembentukan Forum Masyarakat Jasa Konstruksi (Formasjakon). Forum ini kini menjadi sorotan publik karena fungsi, urgensi, dan mekanismenya dipertanyakan, apalagi Kalbar telah memiliki banyak organisasi jasa konstruksi yang bersifat independen dan profesional.

Tokoh Publik Tidak Dilibatkan

Yudi Hermawan SH, tokoh Pemuda Dayak Pontianak Barat, menyoroti kepengurusan Formasjakon yang tidak melibatkan tokoh publik maupun perwakilan dari 14 kabupaten/kota di Kalbar yang memiliki kemampuan teknis dan pemahaman kearifan lokal. Menurut Yudi, forum seharusnya mencerminkan kebutuhan dan kondisi setiap daerah, namun kenyataannya hal itu tidak dilakukan.

“Ini ada apa sebenarnya? Apakah forum ini sekadar dibuat untuk melindungi kepentingan tertentu, atau bahkan ada dugaan proses hukum yang melibatkan mantan Bupati Mempawah? Atau jangan-jangan ada kongkalikong terkait APBD Kalbar ke depan?” ujar Yudi. Pernyataan ini menegaskan kecurigaan publik bahwa Formasjakon berpotensi menjadi kendaraan monopoli proyek dan kepentingan politik kelompok tertentu.

Kritik Kontraktor Profesional

Salah seorang kontraktor asal Kabupaten Sanggau, berinisial T, menyoroti dominasi kelompok tertentu dalam kepengurusan Formasjakon. “Dari daftar pengurus yang beredar, terlihat forum ini hanya diisi kelompok tertentu. Tidak ada representasi dari masyarakat Kalbar yang heterogen. Ini jelas tidak adil dan bisa menimbulkan perpecahan di dunia konstruksi,” tegas T.

Data yang beredar di media sosial juga memperkuat dugaan bahwa kepengurusan forum tidak mencerminkan representasi profesional konstruksi di seluruh Kalbar. Hal ini menimbulkan kesan diskriminatif dan pengkotak-kotakan, yang jelas merugikan pelaku konstruksi lain yang memiliki kompetensi dan integritas.

Indikasi Penyalahgunaan Kekuasaan

Formasjakon dibentuk dengan SK yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Kalbar. Meski klaim resmi menyebut forum ini lahir untuk memajukan dunia konstruksi, fakta di lapangan menunjukkan indikasi penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Lebih mengkhawatirkan, beberapa pengurus adalah ASN (Aparatur Sipil Negara). Secara etika, ASN seharusnya netral dan tidak memihak dalam organisasi di luar tugas resmi. Namun struktur kepengurusan Formasjakon mencantumkan kepala dinas teknis, sementara kantor forum berada di lingkungan Dinas PU Provinsi. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa forum dapat dijadikan jalur resmi untuk meminta jatah proyek dari dinas-dinas teknis, sekaligus mengamankan kepentingan politik menjelang Pemilu 2029.

Potensi Kerugian APBD dan Kongkalikong

Sumber internal di kalangan kontraktor menilai ada indikasi kongkalikong terkait APBD Kalbar. Dengan pengurus yang terbatas dan dominasi kelompok tertentu, ada kekhawatiran forum ini dapat memengaruhi alokasi proyek sehingga merugikan keuangan daerah. Dugaan ini diperkuat oleh fakta bahwa beberapa pengurus diketahui memiliki hubungan dekat dengan mantan pejabat daerah.

Yudi Hermawan menambahkan, keterlibatan tokoh publik dan pelaku konstruksi yang memahami kondisi lokal sangat penting. “Forum ini seharusnya menjadi wadah profesional dan netral, bukan alat monopoli segelintir oknum. Jika ini dibiarkan, jangan heran kalau muncul kelompok lain yang juga menuntut SK resmi dan fasilitas pemerintah, sehingga semakin memperumit pengelolaan proyek,” ujarnya.

Dampak terhadap Dunia Konstruksi dan Masyarakat

Fenomena ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat jasa konstruksi, terutama di daerah perhuluan. Banyak pihak menilai pembentukan forum yang tidak transparan dan tidak representatif hanya memperkuat monopoli kelompok tertentu, merugikan pelaku konstruksi lain yang sah.

Dampaknya, selain potensi sengketa proyek, ketidakadilan dalam persaingan usaha, dan fragmentasi komunitas profesional, forum semacam ini juga bisa memunculkan gejolak sosial di tengah masyarakat yang heterogen. Ketidakadilan dalam pengelolaan proyek publik berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah daerah.

Desakan Evaluasi dan Transparansi

Seharusnya, pemerintah daerah, khususnya Gubernur Kalbar, menegakkan prinsip transparansi, keterwakilan, dan netralitas. Setiap keputusan harus mempertimbangkan kondisi riil masyarakat Kalbar yang terdiri dari berbagai etnis, profesi, dan daerah. Evaluasi keterlibatan ASN dalam struktur forum juga mendesak, karena keberadaan mereka bisa menimbulkan konflik kepentingan dan menurunkan kredibilitas forum.

Publik dan masyarakat jasa konstruksi di seluruh Kalbar perlu mengawasi langkah-langkah Formasjakon ke depan. Apakah forum ini benar-benar akan meningkatkan profesionalisme jasa konstruksi, atau justru menjadi alat monopoli proyek dan kepentingan politik tertentu? Jika dibiarkan, forum semacam ini bisa membuka pintu bagi kelompok profesional lain untuk menuntut SK resmi dan fasilitas pemerintah, yang justru memperumit pengelolaan proyek dan menghambat persaingan sehat.

Kesimpulan

Pembentukan Formasjakon bukan sekadar isu teknis di dunia konstruksi, tetapi juga persoalan etika, tata kelola pemerintahan, dan politik. Keputusan gubernur menjadi cerminan komitmen pemerintah terhadap keadilan, keterwakilan, dan transparansi. Masyarakat jasa konstruksi dan publik luas menuntut agar forum ini dikaji ulang secara menyeluruh, sehingga proyek-proyek di Kalbar berjalan adil, profesional, dan bebas dari monopoli serta kepentingan kelompok tertentu.

Tim: Liputan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KADIN Kalbar Bongkar Manuver Ilegal Arya Rizqi Darsono: Peringatkan KADIN Indonesia Agar Tidak Terjebak dalam Legitimasi Palsu

    KADIN Kalbar Bongkar Manuver Ilegal Arya Rizqi Darsono: Peringatkan KADIN Indonesia Agar Tidak Terjebak dalam Legitimasi Palsu

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KADIN Kalbar Bongkar Manuver Ilegal Arya Rizqi Darsono: Peringatkan KADIN Indonesia Agar Tidak Terjebak dalam Legitimasi Palsu KALBARFAKTA .Com—Pontianak, 17 November 2025 – Konflik internal Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Barat memasuki fase paling krusial. KADIN Kalbar hasil Muprovlub secara terbuka menuding agenda Rapimprov dan pengukuhan pengurus yang digelar oleh Arya Rizqi Darsono sebagai […]

  • Mahalul Qiyam – Nissa Sabyan Penyejuk hati

    Mahalul Qiyam – Nissa Sabyan Penyejuk hati

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    WPNews – Pada artikel ini, kami akan membahas berbagai elemen yang biasa digunakan dalam artikel, termasuk heading, tabel, kutipan, dan lainnya. Artikel ini juga bertujuan untuk memberikan contoh penggunaan elemen-elemen HTML seperti h1, h2, h3, h4, h5, h6, serta struktur daftar dan kode. Pengantar Elemen-elemen ini adalah bagian penting dari sebuah artikel karena membantu memperjelas […]

  • Cak Imin Kini Setuju dan Dukung Program Makan Siang Gratis Prabowo

    Cak Imin Kini Setuju dan Dukung Program Makan Siang Gratis Prabowo

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2024
    • account_circle admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

    WPNews – Pada artikel ini, kami akan membahas berbagai elemen yang biasa digunakan dalam artikel, termasuk heading, tabel, kutipan, dan lainnya. Artikel ini juga bertujuan untuk memberikan contoh penggunaan elemen-elemen HTML seperti h1, h2, h3, h4, h5, h6, serta struktur daftar dan kode. Pengantar Elemen-elemen ini adalah bagian penting dari sebuah artikel karena membantu memperjelas […]

  • Dirut Bank Kalbar Rokidi “Mengundurkan Diri”, Namun Tetap Aktif Dampingi Gubernur: Publik Menilai Ada Kejanggalan yang Belum Terjawab!

    Dirut Bank Kalbar Rokidi “Mengundurkan Diri”, Namun Tetap Aktif Dampingi Gubernur: Publik Menilai Ada Kejanggalan yang Belum Terjawab!

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Kalbarfakta.com | Pontianak – Sudah tujuh bulan sejak pernyataan pengunduran diri Rokidi sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Kalbar beredar luas di media sosial, namun hingga hari ini Rokidi masih tetap duduk di kursi puncak direksi dan justru semakin sering tampil mendampingi Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Kejanggalan ini menimbulkan tanda tanya besar: apakah Rokidi benar-benar […]

  • RMC APRI: Rumah Aman Para Kelompok Penambang Rakyat di Kalimantan Barat

    RMC APRI: Rumah Aman Para Kelompok Penambang Rakyat di Kalimantan Barat

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    RMC APRI: Rumah Aman Para Kelompok Penambang Rakyat di Kalimantan Barat KALBARFAKTA.Com — Pontianak 12 Agustus 2026 Kalimantan Barat , Selama ini, ribuan penambang rakyat di pelosok negeri — termasuk di Kalimantan Barat — hidup dalam ketidakpastian. Setiap hari mereka menggantungkan hidup dari kandungan bumi, namun selalu dibayangi kekhawatiran: kapan operasi akan dihentikan, kapan alat […]

  • Satgas Pastikan Harga Beras di Pasar Teratai Pontianak Barat Sesuai HET

    Satgas Pastikan Harga Beras di Pasar Teratai Pontianak Barat Sesuai HET

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Kalbarfakta.com | PONTIANAK, Polda Kalbar — Tim Satgas Pengendalian Harga Beras Provinsi Kalimantan Barat terus melakukan pemantauan terhadap harga beras di berbagai titik distribusi, Satgas kembali turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan di beberapa Rumah Pangan Kita (RPK) yang berlokasi di Pasar Teratai, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak Barat, Rabu (12/11).   Dari hasil pengecekan tersebut, […]

expand_less PAGE TOP