Breaking News
light_mode
Trending Tags

KOMANDAN KILL AAF KECAM KERAS RITUAL POTONG BABI DI DPRD KALBAR

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 28 Agu 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar

KOMANDAN KILL AAF KECAM KERAS RITUAL POTONG BABI DI DPRD KALBAR: JANGAN JADIKAN RUMAH RAKYAT RUANG YANG MENGUSIK KEYAKINAN SEBAGIAN RAKYAT!

KALBARFAKTA.Com —PONTIANAK  28 Agustus 2026 Kalimantan Barat ,  Komandan Komando Inti Laskar Lapangan (KILL) DPP Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat, Afriansyah, S.Pd., M.Pd., yang akrab disapa Aaf, mengecam keras pelaksanaan ritual pemotongan babi dalam rangkaian aksi di lingkungan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena dilakukan di lingkungan lembaga perwakilan rakyat yang merupakan ruang publik dan rumah bersama bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat.

Aaf menegaskan bahwa LPM dan KILL menghormati adat, tradisi serta kearifan lokal seluruh masyarakat Kalimantan Barat. Namun, penghormatan terhadap adat tidak boleh dipahami sebagai alasan untuk mengabaikan keyakinan dan sensitivitas kelompok masyarakat lain, terlebih ketika suatu ritual dilakukan di lingkungan lembaga negara.

> “Kami tidak pernah menolak adat siapa pun. Tetapi kami juga tidak bisa diam ketika ruang publik dan rumah rakyat digunakan untuk kegiatan yang menimbulkan rasa terusik bagi sebagian masyarakat. DPRD itu milik seluruh rakyat Kalimantan Barat, bukan milik satu kelompok saja,” tegas Aaf.

Menurutnya, persoalan ini bukan tentang siapa yang paling berhak atas Kalimantan Barat. Justru, seluruh kelompok masyarakat memiliki kedudukan yang sama untuk dihormati.

> “Kami masyarakat Melayu juga memiliki adat, tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Kami menjaga dan menghormatinya. Tetapi kami tidak boleh memaksakan sensitivitas kami kepada saudara-saudara yang berbeda keyakinan. Prinsip yang sama seharusnya berlaku untuk semua,” ujarnya.

Aaf menilai toleransi yang sehat harus dibangun di atas prinsip timbal balik, keadilan dan saling menghormati. Toleransi tidak boleh hanya menuntut satu pihak untuk selalu memahami, sementara sensitivitas kelompok lain diabaikan.

“JANGAN SALAH PAHAM: INI BUKAN MENOLAK ADAT”

Komandan KILL Kalbar itu meminta agar kritik terhadap kepatutan tempat pelaksanaan ritual tidak dipelintir menjadi penolakan terhadap budaya atau adat tertentu.

> “Yang kami persoalkan bukan keberadaan adatnya. Jangan dibenturkan adat dengan agama, dan jangan pula dibenturkan satu suku dengan suku lainnya. Yang kami pertanyakan adalah kepatutan pelaksanaannya di lingkungan lembaga publik yang menjadi rumah seluruh masyarakat,” katanya.

Menurut Aaf, DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat seharusnya menjadi contoh dalam menjaga ruang bersama agar setiap warga negara merasa dihormati.

> “Jangan sampai atas nama kebebasan menjalankan tradisi, kemudian kita lupa bahwa ada keyakinan masyarakat lain yang juga harus dijaga. Sebaliknya, jangan pula atas nama keyakinan kemudian kita menghapus adat orang lain. Jalan tengahnya adalah saling menghormati dan bijaksana menentukan ruang,” tegasnya.

Aaf menambahkan bahwa KILL dan LPM Kalbar tidak menghendaki persoalan tersebut berkembang menjadi konflik horizontal. Sebaliknya, peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pihak, khususnya penyelenggara kegiatan dan lembaga publik.

> “Kalimantan Barat sudah terlalu kaya dengan keberagaman untuk dipertaruhkan oleh tindakan yang tidak sensitif. Jangan ada yang merasa paling berhak menguasai ruang bersama. Hormati adat, hormati agama, hormati keyakinan dan hormati seluruh masyarakat,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Afriansyah, S.Pd., M.Pd., kembali menegaskan bahwa masyarakat Melayu tidak menolak keberagaman. Yang diperjuangkan adalah keberagaman yang berjalan di atas prinsip keadilan, kepatutan, penghormatan dan kesetaraan.

> “DPRD adalah rumah rakyat. Jangan sampai rumah rakyat menjadi tempat lahirnya rasa tersinggung dan rasa terusik bagi sebagian rakyatnya sendiri. Toleransi bukan meminta satu pihak untuk terus mengalah. Toleransi adalah keberanian untuk saling menghormati. Kami tegas: adat dihormati, keyakinan dihormati, dan ruang publik harus dijaga untuk semua!”

BERSATU — BERANI — BERMARTABAT — BERBUDAYA

MELINTANG PATAH MEMBUJUR LALU

Afriansyah, S.Pd., M.Pd.
Komandan KILL DPP Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less PAGE TOP