Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dirut Bank Kalbar Rokidi “Mengundurkan Diri”, Namun Tetap Aktif Dampingi Gubernur: Publik Menilai Ada Kejanggalan yang Belum Terjawab!

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

Kalbarfakta.com | Pontianak – Sudah tujuh bulan sejak pernyataan pengunduran diri Rokidi sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Kalbar beredar luas di media sosial, namun hingga hari ini Rokidi masih tetap duduk di kursi puncak direksi dan justru semakin sering tampil mendampingi Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Kejanggalan ini menimbulkan tanda tanya besar: apakah Rokidi benar-benar mengundurkan diri, ataukah ada dinamika politik dan kepentingan internal yang belum diungkap ke publik?

 

Mengundurkan Diri Karena Kanker Stadium 3B, Namun Tetap Sibuk Turun ke Lapangan

Pada 29 Maret 2025, Rokidi menyampaikan surat pengunduran diri kepada para pemegang saham Bank Kalbar, termasuk Gubernur Kalbar selaku pemegang saham pengendali. Dalam surat tersebut, ia mengaku mengundurkan diri karena menderita kanker usus besar stadium 3B dan harus menjalani perawatan intensif berdasarkan rekomendasi dokter dari Rumah Sakit Siloam Jakarta.

 

Alih-alih beristirahat atau menjalani perawatan intensif sebagaimana dianjurkan, Rokidi kini terlihat semakin aktif mengikuti rangkaian kunjungan kerja Gubernur Kalbar—mulai dari acara resmi di Jakarta hingga turun ke daerah seperti Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Kehadirannya yang hampir selalu berdampingan dengan Gubernur menimbulkan kesan bahwa dirinya masih menjalankan peran strategis dalam lingkar kekuasaan daerah.

 

Publik Bingung: Surat Mundur Ada, Tapi Keputusannya Tidak Pernah Diproses

 

Hingga hari ini, tidak ada pernyataan resmi baik dari manajemen Bank Kalbar maupun dari Gubernur Kalbar Ria Norsan mengenai kejelasan status pengunduran diri Rokidi. Ketidakjelasan ini memunculkan spekulasi bahwa surat pengunduran diri tersebut mungkin tidak pernah diproses, ditunda, atau bahkan mungkin telah dibatalkan secara diam-diam.

 

“Publik dibuat bingung dengan kegaduhan ini. Sampai hari ini tidak ada kepastian mengenai status pengunduran diri Dirut Bank Kalbar,” ujar seorang pensiunan Bank Kalbar yang meminta identitasnya dirahasiakan, Kamis (20/11/2025).

 

Padahal, surat tersebut tidak hanya ditujukan kepada Gubernur, tetapi juga kepada seluruh bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat selaku pemegang saham.

 

Ketiadaan klarifikasi resmi membuat ruang publik dipenuhi pertanyaan yang dibiarkan menggantung tanpa jawaban.

Hubungan “Melesat Mesra” dengan Gubernur Baru, Publik Bertanya-Tanya

 

Rokidi selama ini dikenal dekat dengan mantan Gubernur Kalbar, Sutarmidji—yang dalam Pilkada sebelumnya merupakan rival politik Ria Norsan. Oleh karena itu, keputusan Rokidi untuk mundur beberapa bulan setelah kekalahan tokoh yang selama ini dianggap dekat dengannya menimbulkan tanda tanya tersendiri.

 

Namun yang terjadi, hubungan antara Rokidi dan Gubernur baru justru tampak semakin akrab. Hampir di setiap agenda resmi Gubernur, Rokidi tampak hadir, bahkan lebih sering muncul dibanding beberapa kepala OPD.

 

Situasi ini melontarkan pertanyaan,Apakah pengunduran diri tersebut memang tulus, ataukah sekadar manuver politik yang kini berubah haluan?

 

Di internal Bank Kalbar, suasana dikabarkan tidak kalah panas. Sejumlah pegawai mengaku kebingungan karena tidak ada kejelasan mengenai kepemimpinan tertinggi bank daerah tersebut. Bahkan, beberapa pegawai dilaporkan dimutasi setelah dicurigai menyebarkan informasi terkait surat pengunduran diri Rokidi di media sosial.

 

Tidak ada klarifikasi dari manajemen mengenai alasan mutasi tersebut, sehingga dugaan intervensi terhadap aliran informasi internal semakin menguat.

 

“Semua orang di kantor tahu situasinya tidak jelas, tapi tidak ada yang berani bicara. Kami takut dianggap melawan,” ujar seorang pegawai yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

 

34 Tahun Mengabdi, Namun Keputusan Mundur Menimbulkan Misteri

 

Rokidi telah berkarier selama 34 tahun di Bank Kalbar. Ia dilantik sebagai Dirut pada 12 November 2021 dan kembali menjabat untuk periode kedua mulai 12 November 2024 hingga 12 November 2028. Baru memasuki bulan kelima masa jabatan periode keduanya, Rokidi secara mengejutkan menyatakan mundur.

 

Motif pengunduran dirinya—entah murni alasan kesehatan atau dinamika politik—hingga kini masih menjadi misteri yang hanya diketahui oleh Rokidi sendiri.

 

Absennya informasi resmi dari dua pihak paling berkepentingan—Gubernur sebagai pemegang saham pengendali dan manajemen Bank Kalbar sebagai institusi yang dipimpinnya—mendorong tumbuhnya krisis kepercayaan di mata publik. Sebagai bank daerah yang mengusung motto “Bank Punye Kite”, transparansi dan akuntabilitas seharusnya menjadi prinsip dasar yang dijaga, bukan justru diabaikan.

 

Kini publik menanti:

Apakah Gubernur akan memberikan penjelasan?

Apakah manajemen Bank Kalbar akan bersuara?

Atau apakah kasus ini akan kembali hilang dalam senyap tanpa kejelasan?

 

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai status pengunduran diri Rokidi maupun rencana strategis untuk mengatasi gejolak kepercayaan publik.

 

 

Tim investigasi

Red/Tim*

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sastra sebagai Medium Pelestarian Peradaban Melayu: Buku Fiksi Bertema Kerajaan, Perjuangan, dan Cinta Siap Hadir di Tengah Masyarakat

    Sastra sebagai Medium Pelestarian Peradaban Melayu: Buku Fiksi Bertema Kerajaan, Perjuangan, dan Cinta Siap Hadir di Tengah Masyarakat

    • calendar_month Sab, 11 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Sastra sebagai Medium Pelestarian Peradaban Melayu: Buku Fiksi Bertema Kerajaan, Perjuangan, dan Cinta Siap Hadir di Tengah Masyarakat KALBARFAKTA.Com — Pontianak, 11 Juli 2026 Kalimantan Barat  Di tengah arus globalisasi yang semakin memengaruhi identitas budaya lokal, karya sastra tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kesinambungan memori kolektif suatu bangsa. Berangkat dari semangat tersebut, […]

  • Dr. Herman Hofi Munawar: Protes Publik Adalah Social Control yang Sah dalam Demokrasi!

    Dr. Herman Hofi Munawar: Protes Publik Adalah Social Control yang Sah dalam Demokrasi!

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Kalbarfakta.com | Pontianak, Kalbar – Pengamat kebijakan publik sekaligus pakar hukum, Dr. Herman Hofi Munawar menegaskan bahwa aksi protes yang dilakukan kelompok masyarakat di Markas Polresta Pontianak terkait penanganan dugaan tindak pidana bermuatan SARA harus dipandang sebagai bentuk social control yang sah dalam negara demokrasi.   Hal tersebut disampaikannya kepada media pada Jumat (13/2/2026). Menurutnya, […]

  • Kasdam XII/Tpr Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

    Kasdam XII/Tpr Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Kalbarfakata.com | Kubu Raya – Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura menggelar Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Tidayu, Makodam XII/Tpr, Senin (1/6/2026). Upacara dipimpin oleh Kepala Staf Kodam XII/Tpr, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M., selaku Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut diikuti oleh prajurit dan dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodam XII/Tpr. […]

  • Proyek Rambat Beton Gang Sanggana di Pontianak Barat Dapat Apresiasi Warga!

    Proyek Rambat Beton Gang Sanggana di Pontianak Barat Dapat Apresiasi Warga!

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Kalbarfakta.com | Pontianak – Pembangunan infrastruktur jalan kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga Gang Sanggana, Kecamatan Pontianak Barat, menyampaikan rasa puas atas rampungnya pekerjaan rambat beton yang dikerjakan oleh CV Alif Putra Bahagia melalui program peningkatan prasarana permukiman Pemerintah Kota Pontianak.   Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh warga saat ditemui di lokasi proyek pada Minggu, […]

  • Kasus LPJU Ketapang Jadi Sorotan, Pengamat Ingatkan Penegakan Hukum Wajib Cermat dan Terukur

    Kasus LPJU Ketapang Jadi Sorotan, Pengamat Ingatkan Penegakan Hukum Wajib Cermat dan Terukur

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Kalbarfakta.com||PONTIANAK – Penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan dan pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) pada Dinas Perhubungan Kabupaten Ketapang Tahun Anggaran 2024 yang saat ini ditangani Kejaksaan Negeri Ketapang menjadi perhatian publik. Sejumlah kalangan menilai proses hukum tersebut perlu dilaksanakan secara profesional, objektif, dan tetap berpedoman pada prinsip-prinsip hukum yang berlaku.   Pengamat […]

  • DEWAN PIMPINAN PUSAT (DPP) LASKAR PEMUDA MELAYU (LPM) ADHI BLACK: SATU BULAN LEBIH AIR TIDAK MENGALIR, TAPI TAGIHAN TETAP BERJALAN. JANGAN UJI KESABARAN MASYARAKAT AMPERA RAYA!

    DEWAN PIMPINAN PUSAT (DPP) LASKAR PEMUDA MELAYU (LPM) ADHI BLACK: SATU BULAN LEBIH AIR TIDAK MENGALIR, TAPI TAGIHAN TETAP BERJALAN. JANGAN UJI KESABARAN MASYARAKAT AMPERA RAYA!

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DEWAN PIMPINAN PUSAT (DPP) LASKAR PEMUDA MELAYU (LPM) ADHI BLACK: SATU BULAN LEBIH AIR TIDAK MENGALIR, TAPI TAGIHAN TETAP BERJALAN. JANGAN UJI KESABARAN MASYARAKAT AMPERA RAYA! KALBARFAKTA.Com —Kubu Raya – Panglima Besar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Melayu (LPM), Hadi Firmansyah (Adhi Black), menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait keluhan masyarakat Ampera Raya, Kabupaten Kubu […]

expand_less PAGE TOP