Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dugaan Persoalan AMDAL dan Legalitas Lahan PT KAN (CMI) Mencuat, Warga Minta Klarifikasi Pemerintah dan Instansi Berwenang

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
  • visibility 233
  • comment 0 komentar

Kalbarfakta.com | KAYONG UTARA – Dugaan persoalan legalitas dokumen lingkungan dan status lahan PT KAN (CMI) di kawasan Pulau Penebang, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, menjadi perhatian masyarakat. Informasi tersebut diperoleh tim investigasi awak media berdasarkan keterangan seorang warga berinisial BL pada 22 Juli 2026.

Menurut BL, perusahaan tersebut diduga belum memperoleh pengesahan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagaimana yang diketahuinya. Pernyataan tersebut masih merupakan keterangan narasumber dan hingga kini belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak PT KAN (CMI) maupun instansi pemerintah yang berwenang.

 

Apabila benar suatu kegiatan usaha yang wajib memiliki dokumen lingkungan dijalankan tanpa memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, maka hal tersebut berpotensi bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Regulasi tersebut mengatur bahwa kegiatan usaha yang berdampak penting terhadap lingkungan wajib memiliki dokumen lingkungan dan persetujuan lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, pelaku usaha dapat dikenai sanksi administratif, penghentian kegiatan, pencabutan perizinan berusaha, hingga sanksi lain sesuai peraturan perundang-undangan.

 

“Setahu saya mengenai izin AMDAL perusahaan tersebut belum mendapat pengesahan dari pemerintah pusat,” ujar BL kepada tim investigasi awak media.

 

Menurut keterangan sumber, pihaknya saat ini sedang menghimpun data terkait legalitas asal-usul lahan di Pulau Penebang yang diduga dimanfaatkan oleh PT KAN (CMI). Sumber tersebut mengaku memperoleh informasi mengenai dugaan adanya proses pengalihan atau transaksi atas sebagian lahan. Oleh karena itu, menurutnya, proses administrasi pertanahan dan status hak atas tanah tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut oleh instansi yang berwenang.

 

Sumber juga menyampaikan bahwa Kepala Desa, Camat, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Kantor ATR/BPN, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait perlu memberikan klarifikasi dan penjelasan resmi mengenai legalitas dokumen pertanahan maupun dokumen lingkungan perusahaan. Hal itu dinilai penting agar status hukum lahan menjadi jelas, transparan, serta tidak menimbulkan spekulasi maupun asumsi liar di tengah masyarakat.

 

Selain itu, sumber berharap pemerintah dapat melakukan verifikasi menyeluruh terhadap legalitas penguasaan lahan, proses administrasi pertanahan, serta kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan perizinan yang berlaku. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, penanganannya diharapkan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

 

“Jadi untuk memastikan apakah ada pengesahan dari Menteri ATR/BPN terhadap status tanah tersebut. Hal itu penting agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum dan tidak berkembang asumsi liar di tengah publik,” kata BL.

 

Masyarakat berharap Kementerian ATR/BPN, Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Pemerintah Kecamatan Pulau Maya, Pemerintah Desa setempat, serta instansi terkait segera melakukan verifikasi terhadap legalitas dokumen lingkungan, status hak atas tanah, dan proses administrasi pertanahan di kawasan Pulau Penebang guna memberikan kepastian hukum kepada seluruh pihak.

 

Pernyataan mengenai dugaan tersebut sepenuhnya merupakan keterangan narasumber dan belum dapat diverifikasi kebenarannya. Hingga berita ini diterbitkan, tim investigasi awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dan hak jawab dari PT KAN (CMI), Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan Pulau Maya, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Kantor ATR/BPN, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait lainnya guna menjaga keberimbangan pemberitaan sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

 

 

Sumber : Warga / Tim Liputan

Red/Tim*

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengamat: Kedaulatan Lahan Warga Kalbar Lebih Terancam dari Kebakaran Hutan!

    Pengamat: Kedaulatan Lahan Warga Kalbar Lebih Terancam dari Kebakaran Hutan!

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Pontianak, Kalbar – Pengamat kebijakan publik dan pakar hukum, Dr. Herman Hofi Munawar, menegaskan bahwa kondisi kedaulatan lahan masyarakat pedesaan di seluruh wilayah Kalimantan Barat saat ini berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan. Dalam keterangannya pada Senin, 16 Februari 2026, ia menyebut ancaman terhadap hak atas tanah warga bahkan “lebih berbahaya dari kebakaran lahan di […]

  • Polsek Menjalin Laksanakan Pengaturan Dan Pengamanan Kegiatan Masyarakat Guna Menjaga Situasi Kamtibmas Tetap Aman

    Polsek Menjalin Laksanakan Pengaturan Dan Pengamanan Kegiatan Masyarakat Guna Menjaga Situasi Kamtibmas Tetap Aman

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Kalbarfakta.com | Personel Polsek Menjalin Polres Landak Polda Kalbar melaksanakan pengaturan lalu lintas dan pengamanan kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat di Paroki St. Petrus dan Paulus Menjalin Desa Menjalin Kecamatan Menjalin Kabupaten Landak. Aipda Slamet Daroini saat dilokasi mengatakan bahwa setiap kegiatan kemasyarakatan baik keramaian ataupun hiburan, personel dari Polsek akan selalu hadir guna menajaga […]

  • SPBU 64.786.08 Batu Nanta Disorot, Dugaan Pengisian Solar Subsidi Menggunakan Jeriken Tuai Kritik, Publik Pertanyakan Pengawasan Aparat

    SPBU 64.786.08 Batu Nanta Disorot, Dugaan Pengisian Solar Subsidi Menggunakan Jeriken Tuai Kritik, Publik Pertanyakan Pengawasan Aparat

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Kabarfakta.com | Melawi, Kalimantan Barat – Diduga SPBU nakal,Tim investigasi menemukan dugaan aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Solar menggunakan sejumlah jeriken di SPBU 64.786.08 Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi. Temuan tersebut(15/7) memunculkan kembali pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi yang dibiayai negara dan diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.(20 […]

  • Diduga Langgar Norma dan Etika Jabatan, Oknum Kades di Ketapang Jadi Sorotan Publik dan Tokoh Adat!

    Diduga Langgar Norma dan Etika Jabatan, Oknum Kades di Ketapang Jadi Sorotan Publik dan Tokoh Adat!

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Kalbarfakta.com | KETAPANG – Dugaan skandal perselingkuhan yang menyeret seorang oknum kepala desa di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, memicu polemik di tengah masyarakat. Peristiwa yang disebut-sebut melibatkan seorang kepala desa berinisial HT tersebut kini menjadi perhatian publik setelah keluarga istri sah serta sejumlah warga menuntut agar yang bersangkutan segera diberhentikan dari jabatannya, Minggu 10 Mei […]

  • Panglima Besar DPP Laskar Pemuda Melayu Kalbar Hadi Firmansyah (Adhy Black) Kutuk Keras Aksi Brutal WNA, Desak Deportasi Tanpa Toleransi

    Panglima Besar DPP Laskar Pemuda Melayu Kalbar Hadi Firmansyah (Adhy Black) Kutuk Keras Aksi Brutal WNA, Desak Deportasi Tanpa Toleransi

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Panglima Besar DPP Laskar Pemuda Melayu Kalbar Hadi Firmansyah (Adhy Black) Kutuk Keras Aksi Brutal WNA, Desak Deportasi Tanpa Toleransi KALBARFAKTA.Com —Ketapang, 15 Desember 2025 Kalimantan Barat — Aksi penyerangan dan perusakan yang diduga dilakukan oleh belasan Warga Negara Asing (WNA) di wilayah Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, memicu kemarahan luas. Insiden […]

  • Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC

    Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Kalbarfakta.com | Sanggau Kalimantan Barat 8 April 2026 — Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia DPC APRI Kabupaten Sanggau menegaskan bahwa isu yang menyeret nama APRI dalam aktivitas tambang di Desa Menjaya adalah tidak berdasar dan menyesatkan Ketua DPC APRI Sanggau Tombang Manalu menegaskan bahwa fakta di lapangan menunjukkan DPC APRI Sanggau justru turun […]

expand_less PAGE TOP